Untukmu Rasulullahku Tersayang
Berjuta kalimat yang pantas untuk memujimu tak akan sebanding dengan satu kata yang Engkau ulang pada saat Engkau hendak meninggalkan seluruh urusan dunia "Yaa Ummati...Yaa Ummati... Yaa Ummati..." wahai Rasulku, wahai idola seluruh umat Muslim didunia, sangat sayangkah Engkau kepada Kami? Mengapa bisa sesayang itu? Apa yang sedang Engkau pikirkan? Begitu beratkah beban yang Engkau pikul untuk Kami? Aku tau semua telah tercatat rapi pada kumpulan kertas berisi tulisan arab nan indah yang biasa Kami sebut sebagai pedoman hidup. Al-Quran dan Haddist katanya, petunjuk bagi seluruh ummat Muslim yang tersesat ujarnya. Bahkan hidup dan mati Rasulullah hanya untuk Tuhannya, Ummatnya, dan Agamanya. Begitu lantang lisan ini berbicara, namun tak setitik debupun dapat melanjutkan perjuangannya, hanya bisa menikmati Islam dengan nyamannya. Malu rasanya, tapi apa hendak dikata. Bahkan urusan Agama pun ditutup sebegitu rapat, privasi katanya.Yaa Allah, ampunilah Kami yang kerap melupakanMu, berikanlah hidayah bagi orang-orang yang menghina Agamamu yang mulia ini.
Yaa Allah, jagalah hati Kami agar senantiasa menyeru namaMu hingga tarikan nafas terakhir ini terhenti.
Yaa Rasulullah, maaf jika hingga saat ini menjunjung namaMu saja Kami terkadang lupa.
Maaf jika setelah kepergianMu, tak ada lagi yang melanjutkan perjuangan menyebarkan Islam seperti yang Engkau lakukan terdahulu.
Maaf jika setelah kepergianMu, Kami menjadi ummat yang lupa akan daratan. Kami terpecah. Kami tercerai berai. Kami lupa akan sesama.
Sejujurnya sangat beruntunglah para sahabat dan pengikut terdahulu. Sholat berjamaah denganMu, mendengan KhotbahMu dan bercanda gurau bersamaMu.
Kami hanya bisa menyaksikanMu lewat doa
Lewat khayalan dan imajinasi saja
Namun percayalah
Kami sangat merindukanMu, Yaa Rasulullah...

