Untukmu Rasulullahku Tersayang

5:26 AM Ria Puspita Sari 0 Comments

Berjuta kalimat yang pantas untuk memujimu tak akan sebanding dengan satu kata yang Engkau ulang  pada saat Engkau hendak meninggalkan seluruh urusan dunia "Yaa Ummati...Yaa Ummati... Yaa Ummati..." wahai Rasulku, wahai idola seluruh umat Muslim didunia, sangat sayangkah Engkau kepada Kami? Mengapa bisa sesayang itu? Apa yang sedang Engkau pikirkan? Begitu beratkah beban yang Engkau pikul untuk Kami? Aku tau semua telah tercatat rapi pada kumpulan kertas berisi tulisan arab nan indah yang biasa Kami sebut sebagai pedoman hidup. Al-Quran dan Haddist katanya, petunjuk bagi seluruh ummat Muslim yang tersesat ujarnya. Bahkan hidup dan mati Rasulullah hanya untuk Tuhannya, Ummatnya, dan Agamanya. Begitu lantang lisan ini berbicara, namun tak setitik debupun dapat melanjutkan perjuangannya, hanya bisa menikmati Islam dengan nyamannya. Malu rasanya, tapi apa hendak dikata. Bahkan urusan Agama pun ditutup sebegitu rapat, privasi katanya.

Yaa Allah, ampunilah Kami yang kerap melupakanMu, berikanlah hidayah bagi orang-orang yang menghina Agamamu yang mulia ini.

Yaa Allah, jagalah hati Kami agar senantiasa menyeru namaMu hingga tarikan nafas terakhir ini terhenti.


Yaa Rasulullah, maaf jika hingga saat ini menjunjung namaMu saja Kami terkadang lupa.


Maaf jika setelah kepergianMu, tak ada lagi yang melanjutkan perjuangan menyebarkan Islam seperti yang Engkau lakukan terdahulu.


Maaf jika setelah kepergianMu, Kami menjadi ummat yang lupa akan daratan. Kami terpecah. Kami tercerai berai. Kami lupa akan sesama.


Sejujurnya sangat beruntunglah para sahabat dan pengikut terdahulu. Sholat berjamaah denganMu, mendengan KhotbahMu dan bercanda gurau bersamaMu.


Kami hanya bisa menyaksikanMu lewat doa
Lewat khayalan dan imajinasi saja


Namun percayalah
Kami sangat merindukanMu, Yaa Rasulullah...

0 comments:

Puisi untuk Ayah

4:27 PM Ria Puspita Sari 0 Comments

Langkahmu penuh arti
Nafas terengah dengan lirih
Jalan setapak Kau arungi
Tak ada niat hendak berbalas budi

Dengan berat hati
Kau melepas seluruh tenaga ini
Entah kapan berakhir
Perasaan resah nan hilir

Ku tau tak mudah
Ayah...
Sungguh dengan jiwa yang perih
Ku sampaikan salam dari lubuk hati

Sehatlah Engkau Ayah
Saksikan seluruh yang Puterimu ini beri
Tak ada hati yang tak luluh
Karena Engkau dunia dapat kuarungi

Dengan harapan terbesar
Dengan sejuta tenaga bersarang
Akan kujunjung nama Allah, Rasul dan namamu dalam setiap doaku

0 comments:

Non Fiksi COY

3:52 PM Ria Puspita Sari 0 Comments

Kemaren dari sekian banyak hari sebelumnya, entah kenapa pengen banget buka blog terdahulu.. ya zaman-zaman SMA gitu, yang font tulisannya papyrus, yang judulnya alay, yang everything serba pink, dan yang gak punya langganan sama sekali. perasaan jijikpun muncul dengan sendirinya.

Singkat cerita...

blog tersebut gue hapus :)
tanpa mikir panjang lagi, gue memutuskan untuk buat blog baru hari ini :)

Ini adalah cerita pertama diblog baru gue. I don't know, am I feel good or not good? I know it's so hard to make this Blog to be intrested to other people. I know this blog still menunjukkan hal-hal yang alay, but moreover ini tak berguna sama sekalipun gue tetap syukak. Dimana lagi coba ajang curhat sesuka hati, seenak jidat kalian, yang bahasanya cuman kalian dan dewa yang tau, kalau bukan diblog?

Selanjutnya blog ini akan berisi konten yang Insha Allah akan bermanfaat, tak seperti blog sebelumnya yang hanya orang kurang kerjaanlah yang mau membacanya :)
I try to my best lah pokoknya :)

Btw, gue udah punya dua novel dan selanjutnya gak tau mau apain. kapan-kapan akan gue share disini yoo. I hope you enjoy dan menikmati semua tulisan yang ada diblog ini.

Selamat datang didunia yang fana dan selamat datang wahai jiwa-jiwa yang merana.
Semoga bermanfaat :)

0 comments: